Apa Yang Saya Pelajari dari Buku

 Hallo...

Assalamualaikum wr.wb...

Selamat sore! Saya mulai menulis ini pada pukul 18:07 di sela-sela saya mengalami burnout karena tugas tingkat akhir.. πŸ˜‚

Sebagai seorang yang punya jiwa petualang tinggi dan mudah sekali merasa bosan, kuliah daring adalah tantangan berat bagi diri saya.. dan mau nggak mau, kita harus bisa beradaptasi... Life goes on.

Caranya gimana? kalau saya perbanyak baca buku non fiksi / self improvement.. karena dengan membaca buku kita bisa menjelajahi kisah hidup dan pemikiran orang - orang hebat di luar sana... yang bisa kita ambil pelajaran hidupnya untuk bekal hidup kita... 

Orang bijak pernah berkata: Pembelajaran sebenarnya mendapatkan inti artinya untuk menjadi sangat manusiawi (humanis). melalui pembelajaran kita menciptakan kembali diri kita. melalui pembelajaran kita dapat melakukan sesuatu yang tidak pernah dapat kita lakukan sebelumnya. melalui pembelajaran kita merasakan kembali dunia dan hubungan kita dengan dunia tsb. melalui pembelajaran kita memperluas kapasitas kita untuk menciptakan, menjadi bagian dari proses pembentukan kehidupan.

Saya jadi teringat sebelum pandemi banget, saya pernah berdoa minta ke Allah sampai membuat cuitan di twitter kalau saya ingin sekali bisa membaca buku sambil duduk nyaman dengan makan cemilan ringan seharian tanpa ada gangguan kegiatan lain... lalu 2 minggu kemudian corona datang.. 24 jam saya dirumah saja, entah kenapa saya merasa doa saya telah dikabulkan oleh Allah.. punya waktu di rumah selama 24 jam termasuk sering saya doakan saat itu 😊

Kali ini Rani ingin sharing aja apa yang Rani pelajari dari buku-buku berikut ini :

1. Sejenak Hening

Buku sejenak hening ini adalah karya Adjie Santosoputro, beliau seorang praktisi mindfulness. Rani baca buku ini di iPusnas, gratis. 

Sinopsisnya: Luangkan waktu sejenak untuk diam, tetapi merupakan pergerakan untuk tenang. Karena saat ada tenang, akan ada yang menemanimu untuk menang. Dari sinopsisnya saja buku ini menarik sekali bukan? mengajak diri kita untuk hidup mindful di saat ini, disini, kini. Cocok buat orang yang overthinking dan panikan seperti saya hehehe tapi sekarang udah enggak karena saya sudah membaca buku ini! 

Dari buku ini saya belajar untuk lebih memperhatikan nafas dan apa yang diri saya rasakan.. sesimple itu memang tetapi sering saya lupakan karena terlalu memikirkan hal di luar kontrol diri.. kalau kata mas adjie "Pandanglah setiap hal sebagai anugerah, dan sadari bahwa ada keindahan dalam setiap hal." 

Dari buku ini juga aku belajar lebih banyak tersenyuummm bahkan ada latihan senyum dalam buku ini tuh... Senyum membuat kita lebih sadar dan bersemangat untuk hidup bahagia dan damai 😊😊😊😊

Banyak insight sederhana dalam buku ini yang bisa langsung kita praktikkan detik itu juga lho... seperti ini: Bernapas masuk, "Aku sadar kemarahan ku datang"

Bernapas keluar,"Aku mencoba untuk tersenyum"

Bernapas masuk,"Aku sadar bahwa aku sedang marah"

Bernapas keluar,"Aku sadar kemarahan masih ada di dalam diriku"

"Selamat malam, ketakutan ku"

"Selamat siang, kemarahan ku. Kamu adalah sahabat lamaku"

Latihan mindfulness namanya... berbicara dengan diri sendiri.. kembali melihat ke dalam diri sendiri.. menerima diri.. memahami diri sendiri.. 

Jangan lupa bernapas guys dan cintai Nabi banyak banyak πŸ˜™


2. Start With Why

Buku karya Simon Sinek yang Rani beli di Gramedia MetMall Bekasi dengan harga Rp100.000. Buku ini berisi kisah nyata para pemimpin besar seperti Pendiri Apple yaitu Steve Jobs, bagaimana Apple dapat membuat jutaan orang percaya dengan perusahaannya, dan itu semua dimulai dengan Mengapa. Mengapa disini adalah suatu tujuan, isu perjuangan atau kepercayaan.. yang harus dilakukan secara konsisten dan autentik dengan kepercayaan itu.

Dari buku ini Rani belajar untuk mulai juga melihat suatu perusahaan dari nilai-nilai perusahaan yang sama dengan value diri sehingga dapat membentuk passion (Bagaimana). Karena passion datang dari perasaan bahwa kita adalah bagian dari sesuatu yang kita percayai, sesuatu yang lebih besar daripada diri kita sendiri.

Komentar

Postingan Populer